
Kerinci, 20 Juni 2025 – Mahasiswa Program Studi Sains Informasi Geografi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, telah menyelesaikan rangkaian Kuliah Kerja Lapangan 2 (KKL 2) di Kabupaten Kerinci. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 16–19 Juni 2025, ini fokus pada pengukuran aspek fisik dan sosial secara kuantitatif dengan pendekatan geografis berbasis teknologi.
Pengukuran Aspek Fisik: Pendekatan Teknologi & Analisis Lingkungan
Pada KKL 2 ini, mahasiswa melakukan serangkaian pengukuran fisik yang lebih mendalam dibandingkan KKL 1, meliputi:
- Pengukuran kemiringan lereng menggunakan klinometer dan alat digital untuk analisis risiko longsor.
- Pemetaan lokasi dengan drone untuk memperoleh data spasial resolusi tinggi di sekitar Danau Kerinci.
- Pengukuran tingkat erosi tanah dengan metode transek dan analisis sedimentasi.
- Identifikasi jenis tanah melalui uji lapangan dan sampling untuk mengetahui karakteristik lahan setempat.


Dosen pendamping, Satria Fitrio, M.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan melatih mahasiswa dalam pengumpulan data geografis secara presisi. “Penggunaan drone dan alat ukur digital membantu mahasiswa memahami pentingnya teknologi dalam analisis geospasial,” ujarnya.
Investigasi Aspek Sosial: Fenomena Migrasi di Kayu Aro
Selain aspek fisik, mahasiswa juga melakukan wawancara mendalam dengan masyarakat Kayu Aro untuk mengkaji fenomena migrasi penduduk. Beberapa temuan awal menunjukkan bahwa:
- Faktor ekonomi (upah rendah di sektor pertanian) menjadi pendorong utama migrasi ke kota besar.
- Perubahan iklim memengaruhi hasil pertanian, mendorong generasi muda mencari pekerjaan di luar Kerinci.
- Edukasi dan akses kerja terbatas membuat banyak pemuda memilih merantau.

“Migrasi di Kayu Aro bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga dampak dari perubahan lingkungan dan sosial,” ungkap Aditia Pratama, salah satu peserta KKL 2.
Refleksi & Dampak Kegiatan
KKL 2 ini tidak hanya memperkuat kemampuan teknis mahasiswa dalam survei geografis, tetapi juga mengasah kepekaan mereka terhadap isu sosial-lingkungan. Data yang terkumpul akan diolah menjadi laporan ilmiah dan dapat menjadi bahan rekomendasi bagi pemangku kebijakan.
“Kami berharap temuan ini bisa menjadi dasar penelitian lanjutan, terutama terkait mitigasi erosi dan kebijakan pengurangan migrasi di Kerinci,” tutur M. Iqbal Maulana.
Penutup
Dengan menggabungkan pendekatan teknologi, analisis lingkungan, dan sosial, KKL 2 Prodi Sains Informasi Geografi UIN STS Jambi membuktikan peran strategis geografi dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan