Beranda / Berita / Dosen Prodi SaIG UIN Ar-Raniry Tingkatkan Kompetensi melalui Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) Luar Negeri, Raih IELTS 7.0

Dosen Prodi SaIG UIN Ar-Raniry Tingkatkan Kompetensi melalui Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) Luar Negeri, Raih IELTS 7.0

Diterbitkan:

Oleh:

Pembaca: 112

Diterbitkan:

Oleh:

Pembaca: 112

Jambi, 20 Februari 2024 – Dalam upaya meningkatkan kapasitas akademik dosen, Program Studi Sains Informasi Geografi (SaIG) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh turut serta dalam Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) S2 dan S3 Luar Negeri. Kegiatan ini berlangsung selama empat bulan, dari 20 November 2023 hingga 16 Februari 2024, dengan salah satu peserta dari Prodi SaIG adalah Zul Kariman, S.Pi., M.Sc.

PPSL merupakan program strategis UIN Ar-Raniry untuk mempersiapkan dosen dan tenaga kependidikan dalam menghadapi tantangan studi lanjut di luar negeri. Fokus program meliputi penguatan kemampuan bahasa Inggris, metodologi penelitian, penulisan akademik, serta persiapan seleksi beasiswa internasional.

Zul Kariman, S.Pi., M.Sc., dosen aktif Prodi SaIG, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih IELTS Overall Score 7.0, sebuah pencapaian yang membuka peluang lebih besar untuk melanjutkan studi S2/S3 di universitas ternama luar negeri. Nilai ini menunjukkan penguasaan bahasa Inggris yang sangat kompeten, memenuhi persyaratan banyak program pascasarjana internasional.

“Program PPSL sangat membantu dalam mempersiapkan diri, terutama dalam penguasaan bahasa Inggris akademik dan strategi penelitian. Pencapaian IELTS 7.0 ini menjadi modal penting untuk mendaftar beasiswa studi lanjut,” ujar Zul Kariman.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry menyambut baik hasil ini dan berharap agar lebih banyak lagi dosen yang termotivasi untuk mengikuti program serupa. “Ini adalah bukti komitmen kami dalam meningkatkan kualitas SDM, khususnya dosen, agar mampu bersaing di tingkat global,” tegasnya.

Keberhasilan ini sejalan dengan visi UIN Ar-Raniry dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi Islam, sekaligus memperkuat jejaring akademik dengan universitas luar negeri.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *